Minggu, 29 Maret 2015

Inilah 10 Teladan Pola Makan Sehat Cara Rasulullah

Inilah 10 Teladan Pola Makan Sehat Cara Rasulullah

Mengawali artikel ini, Perlu kita mengingat kembali Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terjemahannya ;

“Sesungguhnya sudah ada dlm diri Rasulullah itu suri teladan yg baik bagimu (yaitu) bagi org yang mengharap (rahmat) Allah & (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab [33]: 21).

Dalam beragam aktivitas & pola kehidupan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memang sudah dirancang oleh Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai contoh teladan yg baik (uswah hasanah) bagi semua manusia. Teladan ini mencakup beragam aspek kehidupan termasuk dlm hal pola makan yang bermuara pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.


Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tidak ternilai harganya. Saat nikmat kesehatan dicabut oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, maka manusia rela mencari pengobatan dgn harga yg mahal bahkan ke tempat yang jauh sekalipun. Sayangnya, hanya sedikit orang yang penduli serta memelihara nikmat kesehatan yg Allah subhaanahu wa ta’ala sudah anugerahkan sebelum dicabut kembali oleh-Nya.

Karena Allah sudah menegaskan kepada kita bahwa Beliau (Rasulullah) ialah teladan, inilah teladan yang bisa kami ikut bagaimana pola makan Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam agar Sehat serta berberkah serta memperoleh amal. http://modernlivingroom.org/design/modern-living-room/

Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh & melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dgn oksigen dan belom terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan & waktu luang”. (HR. Bukhari no. 6412).

Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda,

“Nikmat yg pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak merupakan saat dikatakan kepadanya, “Bukankah Saya sudah menyehatkan badanmu & memberimu minum dengan air yang menyegarkan?”

(HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani).

Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dlm bukunya “Panduan Diet ala Rasulullah”, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan dpt diumpamakan sebagai mahkota indah di atas kepala orang-orang sehat yg tak dapat dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.

Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dgn pola makan yg dicontohkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Beliau terbukti mempunyai badan yg sehat, kuat serta bugar.

Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang rahasia kaum muslimin yg sangat jarang mengalami sakit.

Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali sakit. Pertama, saat diracun oleh seorang wanita Yahudi yg menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, saat menjelang wafatnya.

Pola makan seringkali dikaitkan dengan pengobatan karna makanan merupakan penentu proses metabolisme pada badan kita. Pakar kesehatan selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo’i) & pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al’ilaji).

Dengan mencontoh pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).

Hal itu jauh lebih baik dan harga murah daripada mesti berhubungan dgn obat-obat kimia senyawa sintetik yg hakikatnya adalah racun, berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melalui makanan dengan senyawa kimia organik.

Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang dpt dipercaya, sebagai berikut:

1. Di pagi hari, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menggunakan siwak utk menjaga kesehatan mulut & gigi. Organ badan itu ialah organ yang sangat berfungsi dlm konsumsi makanan. Apabila mulut serta gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.

2. Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dgn sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dlm Al Qur’an, madu adalah syifaa (obat) yg diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum serta menyeluruh. Pada dasarnya, dapat menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi utk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus serta menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

“Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri. “(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan sebagainya,dari Sya’bi, yg bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

“Sesungguhnya Rasulullah saw menarik nafas tiga kali pada bejana jika Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan memunculkan kepuasan.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, & diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya mendapatkan dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yg bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

“Minuman yg paling disukai Rasulullah saw merupakan minuman manis yg dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yg bersumber dari `Aisyah r.a.)

3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hal itu terbuki saat seorang cewe Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yg tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dlm kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yg ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.

4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah jg mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol & melancarkan pencernaan. Roti yg dicampur cuka serta minyak zaitun juga berperan untuk mencegah kanker dan menjaga suhu badan di musim dingin.

“Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti sya’ir hingga kenyang dua hari berturut-turut sampai Rasulullah saw wafat.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, serta diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yg bersumber dari `Aisyah r.a.)

Sya’ir,khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dgn “gandum” sedangkan sya’ir ialah gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun bisa pula dihaluskan utk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya’ir kurang baik mutunya sya’ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.

Abdurrahman bin Yazid & al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.”Rasulullah saw. tdk pernah makan di atas meja & tdk pernah makan roti gandum yang halus, sampai wafatnya.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yg bersumber dari Anas r.a.)

“Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak merupakan cuka.”
Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak ialah cuka.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar & `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yg bersumber dari `Aisyah r.a.)

“Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun & berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yg diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, & diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang Cowo ahli syam yang bernama Atha’, yg bersumber dari Abi Usaid r.a.)

5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah ialah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selalu mengonsumsi sana al makki serta sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dgn sabbath serta ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tetapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat serta fungsi yg sama yaitu menguatkan daya tahan badan dan melindungi dari serangan penyakit.

6. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tdk langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yg dikonsumsi masuk lambung dengan cepat serta baik sehingga gampang dicerna. Caranya jg bisa dgn shalat.

7. Disamping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi ngga rutin mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu campuran antara roti & daging dgn kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti dpt mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau jg senang makan buah anggur & hilbah (susu).

“Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).”(Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)

Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yg bersumber dari `Aisyah r.a.)

8. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sering menyempatkan diri utk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dgn istri tercintanya, Aisyah radiyallahu’anha.

9. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tdk menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari, beliau tak menyukai berbincang-bincang & makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya dpt bangun lebih pagi. Istirahat yg cukup diperlukan oleh tubuh lantaran tidur termasuk hak tubuh.

10. Pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yg oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).

Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan badan manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yg disebut dgn siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining (FC).

Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tdk dikombinasikan utk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:

- Jangan minum susu bersama makan daging.
- Jangan makan ayam bersama minum susu.
- Jangan makan ikan bersama telur.
- Jangan makan ikan bersama daun salad.
- Jangan minum susu bersama cuka.
- Jangan makan buah bersama minum susu
Demikianlah Pola makan Rasulullah, semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wassalam.

Model Pakaian, Model Baju Modern Living Room

Tidak ada komentar:

Posting Komentar